Oleh: dibays | 16, September 2007

Hati-Hati Virus Merah Jambu

Tetap istiqomah, Ukhti. Selamat berjuang. Semoga Allah menyertai anti.

Sender : Ikhwan +62817xxx

Senyum timbul dari cakrawalanya dengan malu-malu. Serasa ada hangat menyelusup dada dan membuat jantung berdegup lebih cepat. Otaknya pun sekejap bertanya, ”Ada apa? Sungguh, bukan apa-apa. Aku hanya senang karena ada saudara yang menyemangatiku.” Si akhwat menyangkal hatinya cepat-cepat. Dan ia bergegas meninggalkan kamarnya, ada dauroh. Ia berlari sambil membawa sekeping rasa bahagia membaca SMS tadi yang sebagian besar bukan karena isinya, melainkan karena nama pengirimnya.

Ana lagi di bundaran HI, Ukhti. Doakan kami bisa memperjuangkan ini.

Sender : Ikhwan +628179823xxx

Untuk apa dia memberitahukan ini padaku. Bukankah banyak ikhwan atau akhwat lain? Nada protes bergema di benaknya. Tapi di suatu tempat, entah di mana ada derak-derak yang berhembus lalu. Derak samar bangga menjadi perempuan yang terpilih yang di-SMS-nya.

Pagi itu, handphone kesayangannya berbunyi.

Ukhti, Selamat hari lahir. Semoga hari-hari yang dijalani lebih memberi arti.

Dada membuncah hampir meledak bahagia. Dia bahkan ingat hari lahirku! Dibacanya dengan berbunga-bunga. Tapi pengirimnya

Sender : Akhwat +6281349696xxx

Senyum tergurat memudar. Tarikan napas panjang. Kecewa, bukan dari dia. Ringtone-nya berbunyi lagi.

Ukhti, Selamat hari lahir. Semoga hari-hari yang dijalani lebih memberi arti.

Sender : Ikhwan +628179823xxx

Dia! Semburat jingga pagi jadi lebih indah berlipat kali. Senyumnya mengembang lagi. Dan bunga-bunga itu mekar-lah pula.

Cerita di atas tadi selurik gerak hati seorang akhwat di negeri antah berantah yang sangat dekat dengan kita. Gerak hati yang mungkin pernah bersemayam di dada kita juga. Bisa jadi kita mengangguk-angguk tertawa kecil atau berceletuk pelan, ”Seperti aku nih,” saat membacanya. Hayo ngaku! He he he

Mari kita cermati fragmen terakhir dari cerita tadi. Kalimat SMS keduanya persis sama, yang intinya mengucapkan dan mendoakan atas hari lahir (mungkin mencontek dari sumber yang sama he he he). SMS sama tapi berhasil menimbulkan rasa yang jelas berbeda. Karena memang ternyata lebih berarti bagi si akhwat adalah pengirimnya, bukan apa yang dikatakannya.

Namun sebenarnya, apakah Allah membedakan doa laki-laki dan perempuan? Mengapa menjadi lebih bahagia saat si Gagah yang mendoakan? Semoga selain mengangguk-angguk dan tertawa kecil, kita juga berani memandang dari sudut pandang orang ketiga. Dengan memandang tanpa melibatkan rasa (atau nafsu?), kita akan bisa berpikir dengan cita rasa lebih bermakna.

Konon, cerita tadi terus berlanjut.

Suatu hari yang cerah, sang akhwat mendapat kiriman dari si ikhwan itu. Sebuah kartu biru yang sangat cantik. Tapi sayang, isinya tidak secantik itu. Menghancurkan hati akhwat menjadi berkeping-keping tak berbentuk lagi. Kartu biru itu adalah kartu undangan pernikahan si ikhwan. Dengan akhwat lain, tentu saja. Berbagai Tanya ditelannya. Mengapa dia menikah dengan akhwat lain? Bukankah dia sering mengirim SMS padaku? Bukankah dia sering me-miscall ku untuk qiyamull lail? Bukankah dia ingat hari lahirku? Bukankah dia suka padaku? Mengapa? Mengapa???

Dan air mata berjatuhan di atas bantal yang diam. Teman, jangan bilang, yaa!!! dia hanya tidak tahu, ikhwan itu juga mengirimkan SMS, miscall, mengucapkan selamat hari lahir dan bersikap yang sama ke berpuluh akhwat lainnya!

Ironis. Sedih, tapi menggelikan, menggelikan tapi menyedihkan. Sekarang siapa yang bisa disalahkan? Akhwat memang seyogiyanya menyadari dari awal, SMS-SMS yang terasa indah itu bukan tanda ikatan yang punya kekuatan apa-apa. Siapa yang menjamin bahwa ikhwan itu ingin menikahinya? Bila ia berharap, maka harapanlah yang akan menyuarakan penderitaan itu lebih nyaring.

Tetapi para ikhwan juga tak bisa lari dari tanggung jawab ini. Allahualam apapun niatnya, semurni apapun itu, ingatlah, SMS melibatkan dua orang, pengirim dan penerima. Putih si pengirim, tak menjamin putihnya juga si penerima. Bisa jadi ia akan berwarna merah muda. Merah muda di suatu tempat di hati atau menjadi rona di pipi yang tak akan bisa disembunyikan di depan Allah.

Bagi perempuan, SMS-SMS dan bentuk perhatian sejenis dari laki-laki bisa menimbulkan rasa yang sama bentuknya dengan senyuman, kedipan menggoda, dan daya tarik fisik perempuan lainnya bagi laki-laki.

Menimbulkan sensasi yang sama. Ketika perempuan bertanya berbagai masalah pribadinya padamu, seringkali bukan solusi yang ingin dicari utamanya. Melainkan dirimu. Ya, sebenarnya perempuan ingin tahu pendapatmu tentang dia, apakah dirimu memperhatikannya, bagaimana caramu memandang dirinya. Dirimu, dirimu, dan dirimu, dan kami ”kaum hawa”- sayangnya, juga memiliki percaya diri yang berlebihan, atau bisa dibahasakan lain dengan mudah Ge-Er Jadi, tolong hati-hati dengan perhatianmu itu.

Paling menyedihkan saat ada seorang aktivis yang tiba-tiba berkembang gerak dakwahnya atau semangat qiyamul lailnya karena terkait satu nama. Naudzubillah tsumma naudzubillah. Ketika kita menyandingkan niat tidak karena Allah semata, maka apalah harganya! Apa harganya berpeluh-payah bukan karena Dia, tapi karena dia. Seseorang yang sama sekali bukan apa-apa, lemah seperti manusia lainnya.

Laki-laki dan wanita diciptakan berbeda bukan saling memusuhi, bukan juga saling bercampur tak bertepi, tapi semestinya saling menjaga diri. Secara fisik, emosional, atau kedua-duanya. SMS tampak aman dari pandangan orang lain, hubungan itu tak terlihat mata. Tapi wahai, syetan semakin menyukainya. Mereka berbaris di antara dua handphone itu. Maka dimanapun mereka berada, syaitan tetaplah musuh yang nyata!

Wahai akhwat, bila kau menginginkan SMS-SMS itu, tengoklah inbox-mu. Bukankah disana tersusun dengan manis SMS-SMS dari saudarimu. Saudari-saudarimu yang dengan begitu banyak aktivitas, amanah, kelelahan, dan kesedihan yang sangat memerlukan perhatianmu. Juga begitu banyak teman-temanmu yang belum mengenal Islam menunggu kau bawakan SMS-SMS cahaya untuk mereka.

Ada saatnya. Ya, ada saatnya nanti handphone kita dihiasi SMS-SMS romantis. SMS-SMS yang walaupun hurufnya berwarna hitam semua, tapi tetap bernadakan merah muda. Untuk seseorang dan dari seseorang yang sudah dihalalkan kita berbagi hidup, dan segala kata cinta di alam semesta.

Cinta yang bermuara pada penciptaNya. Cinta dalam Cinta. Bersabarlah untuk indah itu.

Ummi, abi lagi ngisi ta’lim di kampus pelangi. Di depan abi ada beribu bidadari-bidadari berjilbab rapi, tapi tak ada yang secantik bidadariku di istana Baiti Jannati. Miss u my sweety.

Abi, yang teguh ya, pangeranku, rumah ini terasa gersang tanpa teduh wajahmu. Luv yaa

Ya, hanya untuk dia kita tulis the Pinkest Short Massage Services. SMS-SMS paling merah muda. (www.baitijannati.wordpress.com)


Responses

  1. askum….ikhwan wal akhwat fillah……

    syukron atas artikel ini, ane ucapkan terima kasih sekali kepada yang membuatnya. afuwan ane merasa tergugah sekali, mungkin selama ini ane byk salah atas apa yang ane perbuat kepada Allah swt. syukron ya akhi…atas artikel ini.
    ane rasa para ikhwan dan akhwat perlu tuk baca artikel ini, biar dakwah ini tidak ternodai dgn hati yang tidak suci. karena dakwah merupakan sesuatu yang suci, maka sucikanlah hati kita terlibih dahulu. agar Allah selalu meridhoi segala amal ibadah yang kita lakukan dijalan dakwah ini. Amin,,,,,###

    insyaAllah artikel ini boleh ya..ane copy paste di Blog kami, agar para kader dahwah ( to ikhwan & akhwat ) tahu akan hal ini. syukron sekali lagi.
    wassalamu’alaikum wr wb.

    from : u5k4r
    http://www.al-kahfiteam.blogspot.com

  2. hmm..lumayan…
    just ask ourself…may Allah always be there for us…
    LOVE = give bigger than gave

    isn’t it?

    masalah yang SELALU ada dan BANYAK menggerogoti bangunan dakwah!

    Allahuakbar!!
    Subhanallah…

  3. Apakah cinta pranikah tidak suci?
    Silakan simak http://pacaranislami.wordpress.com/2007/04/11/12-alasan-mengapa-bercinta-sebelum-menikah/

  4. buat yg di atas, ya !

  5. Ane pibadi tergugah, dan berusaha untuk instropeksi diri serta berusaha agar tidak mengulangi hal yang sama. Semoga Allah memberikan kekuatan iman kepada kita agar tidak terjebak dalam perangkap2 setan.

    Perbaharui niat setiap saat melalui tilawah quran dan baca buku serta merenung dan berpikir, akan sikap dan tingkah laku yang telah, sedang, dan akan dilakukan.

    Keep spirit !!!

  6. duh,…. jadi gak enak neh

  7. ass
    ana jg pengen ngopy artikel ini tapi boleh ga ya…
    krn artikel ini baguz bgt jd ana bs sebarin ke temen2 ana disini…
    ana boleh ga ngopy artikel ini?
    wass

  8. Itulah romantika dakwah Saudaraku. Terkadang memang ada selipan-selipan di hati ketika kita sedang berjuang. Godaan-godaan syaithan yang semakin kuat, bukan menerpa mereka yang lemah dalam berjuang, tetapi menerjang mereka yang bersemangat dalam dakwah. Godaan dan perasaan hati akan selalu bermain. Sebab itu hati-hatilah jaga hati.
    Salam Jihad dari Padang

  9. Keren nih, muslim IPB udah mulai memenuhi dunia Cyber. Terus maju,

    supriliwa.wordpress.com

  10. Ass..

    It’s an amazing article

    Wassalam

  11. Assalamu’alaikum wr wb

    Subhanallah…
    Tulisan yang menyadarkan saya karena selama ini sudah salah dalam menyikapi arti cinta.

    Terima kasih ya Allah…
    Terima kasih saudara ku…

  12. subhanallah,,blh an copy n sebarin di milis ya akh,,atau nanti an kasih link nya saja kesini supaya mereka bs bc tulisan2 antm yg lain,,

  13. subhanallah! semoga banyak yang tersadarkan karena tulisan ini…termasuk ana! ya… yang sedang mencoba memaknai hakikat cinta yang berbuah syurga. semangat berkarya!(alumni RMBU 08)

  14. makasih buat infonya🙂

  15. tapi tetepppp ngilangin virus merah jambu itu susah , sakit , sedihhhhhhhhh bgt😛
    alah lebay ni …

  16. syukron jiddan ya.. buat yang posting artikel ini…
    ana bener2 lagi butuh banget nasehat kaya’ gini..
    karena ana ngerasainny sendiri…
    ya.. ikhwa juga manusia dengan segala kekuranganny…
    tapi tetap harus sadar juga dong, jangan suka memberi harapan kosong utk akhwat2…
    n bagi akhwat2 jangan cepat ke ge er an dulu..
    siapa tau tu ikhwa cuma iseng aja…
    kita juga sebagai akhwat yang nantiny jadi sedih..
    hiks.. hiks…
    tetap istiqomah…
    ALLOH lah cinta sejati yang tak akan pernah mengecewakan kita…
    ALLOHU AKBAR..!!!!

  17. AssalAMu’alaikum

    syukran,,,

    ana tau kok kalw dalam isllam tuch gak ada yang namax pacaran,
    ana jg tau kok kalw pacaran tuw deket dgn zina

    tapi ana g bisa bohongn perasaan ana klw ana sdh kena VMJ

    tapi ana gak tega soalnya dia tuch dah nunggu ana 1 stgh taon lebih,,,

    tapi g tau kenapa setiap ana mw terima dia, ht ana agak ragu padahal keluarga n shabt2 ana tuch pada mendukung

    coz anaknya tuch alim banget, baik, pokokx bisa dblang ikhwan dech

    truz gmana donk ana pusg mw nerima dia atau tdk?

    tlong nasehatnya ya!!!

    syukran

  18. assalamualaikum

  19. selaksa cinta….penuh makna
    mengguris di hatiku….entah apa namanya akupun tak tahu. ia terus menyayat…..perih….sakit.
    tapi aku harus bertahan agar ia temukan asa abadi.

  20. ane setuju setengah-setengah dengan pendapat antum akh…:)
    tapi tetap ini dalah artikel yang bagus…salam kenal

  21. asslm.wr.wb
    subahanallah… artikel yang begitu memgugah hati.. ana juga mau ngopy ah..hehe.. jzk.waslm.wr.wb

  22. Sbhanallah,…. artikel ini bagus bgt. syukron ya bwt yang nerbitin artikel ini. kebetulan anti lgi butuh suntikan nasehat untuk berjuang meraih keistiqamahan. terutama saat anti sedang terserang VMJ, hehehe…..!!!

  23. “KOREKSI”

    Afwan ya cwbat muslim semua, kata anti dalam kmentar di atas harusnya “ANA”. afwan ya, hiks hiks hiks…

  24. Askum..Ya Allah menghilangkan virus merah jambu ini memang sangat sulit sekali, rasanya hati ini begitu perih dan menyesakkan dada, kadang saya bertanya mengapa Allah menciptakan manusia berpasang-pasangan, lalu bagaimana kiat qt untuk menghindari godaan dr akhwat yg belum berjilbab yg belum tahu tentang islam…Semoga Ikhwan semua diberi kekuatan untuk menangkal virus ini, yaa..

  25. Askum..semoga qt diberikan kekuatan sll oleh Allah Swt..Amiin.

  26. SUBHANALLOH………………….

  27. Assalamu’alaykum…
    memang, zaman sudah semakin sempit, SMS pun bisa menjadi ajang berduan/berkhalwat, perlu bijak dlm menanggapinya…
    share link jg ya ikhwah…

    from: achmad_chabib
    http://cerpencinta1.wordpress.com

  28. Assalamualaikum.. Wah bagus sekali artikel ini.. Benar2 bisa dijadikan panutan yang bagus untuk remaja masa kini.. Syukron🙂

  29. Assalammualaikum
    Banyak pelajaran yang saya petik di sini, , ‘
    asstagfirullah , , ‘
    sebelumnya saya tak mengetahui hal2 yang seperti ini, ‘
    selalu menganggap ringan tetapi dampaknya terlalu besar, , ‘
    semoga saya bisa menjalankannya dan tetap berdiri di jalan Allah SWT, ‘
    amin, ‘

    wasalammualaikum, , ‘

  30. Assalamu’alaikum….. Syukron atas artikelnya. Semoga kita terhindar dari virus ini.. Tapi saya sedikit kesulitan untuk memberikan materi ini kepada para adik-adik mutarobbi ketika mereka memintanya, mohon sarannya… Terima Kasih.


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: